
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri RI periode 1999–2001, Alwi Shihab, menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis untuk mendorong perbaikan konstelasi perdamaian di Gaza sekaligus memperkuat perjuangan kemerdekaan Palestina secara komprehensif.
Alwi menekankan, Presiden RI Prabowo Subianto secara konsisten menunjukkan dukungan penuh terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina–Israel. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam BoP sama sekali bukan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat Palestina.
“Yang paling penting dalam penjelasan beliau adalah bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu, kalau istilah awamnya, adalah harga mati,” ujar Alwi usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2).
Diplomat senior tersebut juga menegaskan bahwa dukungan Presiden Prabowo terhadap Palestina tidak bisa ditawar, karena merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif dan konsisten Indonesia di kancah internasional, bukan kompromi atas hak-hak rakyat Palestina.
Pada kesempatan yang sama, Alwi secara tegas menolak pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut tidak ada masa depan bagi solusi dua negara dalam konflik Israel–Palestina.
“Jadi tidak perlu didengarkan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui adanya two-state solution,” tegasnya.
Selain itu, Alwi mengungkapkan Presiden Prabowo juga menegaskan sikap tegas Indonesia apabila Board of Peace tidak sejalan dengan visi dan misi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak Palestina.
“Oleh Bapak Presiden tadi dikatakan, jika Board of Peace ini terlihat tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia, maka dengan mudah kita bisa keluar,” ungkap Alwi.
Di akhir pernyataannya, Alwi menegaskan kembali komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mendukung proses perdamaian Palestina. Ia menilai langkah diplomasi ini sebagai pijakan awal yang positif menuju terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
“Beliau menekankan kepada masyarakat bahwa keikutsertaan Indonesia tidak lain adalah wujud komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan penyelesaian yang adil bagi Palestina,” pungkasnya. (her/dav)














