
Semarang, Idola 92,6 FM – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi masuknya virus Nipah melalui penerbangan internasional.
Langkah ini dilakukan, dengan memerkuat koordinasi bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Arif Haryanto mengatakan upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026, tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah tertanggal 30 Januari 2026. Hal itu dikatakan melalui siaran pers secara daring, kemarin.
“Untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah, kami melakukan koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemantauan penumpang internasional menggunakan thermal scanner,” kata Arif.
Arif menjelaskan, thermal scanner ditempatkan di areal kedatangan internasional Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang guna mendeteksi suhu tubuh penumpang yang baru tiba dari luar negeri.
Selain itu, seluruh penumpang penerbangan internasional juga diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia sebagai bagian dari prosedur kesehatan.
“Apabila terdeteksi penumpang dengan suhu tubuh tinggi atau menunjukkan kondisi sakit saat kedatangan, petugas akan melakukan observasi serta pemeriksaan lanjutan sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.
Menurut Arif, pihak bandara juga mengimbau penumpang agar proaktif melaporkan kondisi kesehatannya kepada petugas apabila merasa demam atau kurang sehat setibanya di bandara.
“Kami mengimbau kepada seluruh penumpang internasional yang merasakan demam atau tidak enak badan saat tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk segera melapor kepada petugas bandara,” imbuhnya.
Sebagai informasi, saat ini Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melayani dua rute penerbangan internasional, yakni tujuan Kuala Lumpur, Malaysia, dan Singapura.
Upaya pengawasan ini, diharapkan dapat mencegah potensi masuk dan penyebaran virus Nipah melalui jalur transportasi udara. (Bud)














