
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menjajaki penguatan kerja sama di berbagai bidang bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2).
Kerja sama tersebut dimulai dari penguatan sistem pendidikan Indonesia dengan Australia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi guru dan tenaga pengajar.
“Saya juga mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas-universitas dan sekolah-sekolah baru yang sedang kami bangun,” ujar Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga mengajak Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis.
“Saya juga mengundang Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas,” lanjutnya.
Selain itu, Prabowo menegaskan kesiapan Danantara dalam memperkuat kemitraan investasi.
“Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dalam berbagai bentuk kemitraan lainnya,” tambah Prabowo.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, PM Australia Anthony Albanese menyampaikan bahwa Indonesia dan Australia juga telah menyepakati nota kesepahaman dengan Danantara.
“Kami telah menyepakati nota kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Danantara yang akan meningkatkan kerja sama serta membantu mengidentifikasi peluang investasi dua arah antara kedua negara,” kata Albanese.
Di akhir pertemuan, Albanese menyampaikan kepada publik, di hadapan Prabowo, bahwa ia optimistis terhadap hubungan bilateral kedua negara ke depan.
“Saya yakin hubungan Australia dan Indonesia akan semakin kuat di masa mendatang,” pungkas Albanese. (her/dav)












