Memasuki fase pemulihan pascabencana, prajurit TNI terus menggencarkan pembersihan berbagai fasilitas umum sebagai bagian dari upaya mengembalikan aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat terdampak. Kegiatan ini menjadi indikator penting bahwa kehidupan warga perlahan kembali berjalan normal. Hal itu seperti terlihat di beberapa desa di Kabupaten Pidie dan Bireuen, Aceh. (Foto Dok. Bankom Pemerintah RI)

Sumatra, Idola 92.6 FM-Memasuki fase pemulihan pascabencana, prajurit TNI terus menggencarkan pembersihan berbagai fasilitas umum sebagai bagian dari upaya mengembalikan aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat terdampak. Kegiatan ini menjadi indikator penting bahwa kehidupan warga perlahan kembali berjalan normal.

Salah satu kegiatan dilakukan melalui pembersihan instalasi farmasi di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Dengan dukungan alat berat berupa eskavator kecil serta pengerjaan manual oleh sekitar delapan hingga sepuluh prajurit, personel TNI membersihkan lumpur dan sampah plastik yang terbawa arus banjir.

Pembersihan juga menyasar sejumlah tempat ibadah di berbagai wilayah terdampak di Aceh. Di beberapa desa di Kabupaten Pidie dan Bireuen, prajurit TNI melakukan pengangkatan sisa lumpur, pembersihan lingkungan, hingga pengecatan meunasah (surau atau tempat ibadah umat Muslim) agar kembali layak digunakan masyarakat.

Upaya serupa dilakukan di Kabupaten Gayo Lues, di mana personel TNI bersama warga bergotong royong memperbaiki bagian masjid di Desa Sentul, Kecamatan Tripe Jaya, termasuk memasang kembali jendela yang sebelumnya rusak akibat bencana.

Di Provinsi Sumatera Utara, pembersihan tidak hanya menyasar fasilitas ibadah umat Muslim, tetapi juga sejumlah gereja, beberapa di antaranya adalah Gereja HKBP Desa Bonalumban di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Gereja Katolik di Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Selain tempat ibadah, personel TNI turut membersihkan kantor desa, pasar, serta fasilitas umum lainnya guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

Upaya pembersihan juga menjangkau infrastruktur dasar seperti jalan desa di sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, antara lain di Desa Huta Julu, Kecamatan Parmonangan, serta Desa Pagaran Lambung I dan Desa Sibalanga di Kecamatan Adian Koting.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan mobilitas warga dan distribusi kebutuhan sehari-hari kembali lancar. Pembersihan dilakukan bersama-sama dengan masyarakat setempat.

Masjid, gereja, pasar, dan fasilitas publik lainnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat aktivitas harian, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan masyarakat.

Melalui kerja terpadu ini, pemerintah bersama TNI memastikan proses pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial warga, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala. (her/dav)