Taj Yasin, Wagub Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah terus mendorong penerapan sekolah inklusi di wilayahnya, supaya terjadi percepatan pemerataan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus atau disabilitas di provinsi ini.

Wagub Taj Yasin mengatakan pemprov berkomitmen, melakukan penanganan penyandang disabilitas secara sistematis dan terintegrasi. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.

Gus Yasin menjelaskan, Pemprov Jateng kini fokus pada sinkronisasi data dan penguatan regulasi untuk menyentuh akar permasalahan penyandang disabilitas di 35 Kabupaten/Kota.

Menurutnya, pemerintah telah mengantongi peta sebaran disabilitas yang detail sebagai basis kebijakan.

Berdasarkan data Dinas Sosial Jateng, penyandang disabilitas di Jateng ada sekira 100 ribuan orang yang tersebar di seluruh wilayah di provinsi ini.

“Kami akui memang masih ada kekurangan dalam akses pendidikan dan kelayakan hidup. Justru karena itu, saat ini kami mulai menata kembali agar penanganannya lebih presisi,” kata Gus Yasin.

Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, fokus utama pemerintah adalah melakukan kampanye masif mengenai sekolah inklusif dan kesadaran masyarakat.

Langkah ini dianggap sebagai fondasi penting, sebelum masuk ke tahap pemenuhan hak yang lebih teknis.

“Masyarakat harus paham dulu bahwa saudara-saudara kita ini butuh kelayakan hidup. Kita ingin mereka punya akses pendidikan agar bisa mandiri, bahkan hingga mampu menjadi kepala rumah tangga yang berdaya secara ekonomi,” pungkasnya. (Bud)