Semarang, Idola 92,6 FM-Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyampaikan beberapa aspirasi terkait persoalan yang ada di desanya, kemarin.
Sejumlah aspirasi itu mulai dari pemerataan bantuan keuangan, bantuan gubernur, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga masalah relokasi Puskesmas Cilongok II.
Ketua Umum Satria Praja Kabupaten Banyumas Saifuddin mengatakan aspirasi pertama yang disampaikan adalah pentingnya pemerataan bantuan keuangan (bankeu) khusus desa, atau bantuan gubernur (bangub).
Apalagi, saat ini dana desa mengalami pemangkasan yang lumayan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saat ini dana desa terjun bebas, praktis daerah harus bisa berupaya bagaimana membangun desa. Harapan kami bantuan gubernur ini menjadi penting, paling tidak ada pemerataan tiap-tiap desa,” kata Saifuddin.
Saifuddin menjelaskan, aspirasi kedua terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP,), karena di sejumlah desa masih menemui kendala seperti status tanah, pengurugan dan lain-lain yang berkaitan dengan bangunan KDMP.
Ia dan kepala desa lainnya, ingin ke depan ada kejelasan terkait regulasi, pelatihan dan pendampingan agar tidak ada kepala desa yang terjerat hukum.
Sebab, KDMP merupakan program bagus untuk mengangkat perekonomian desa.
“Ada desa-desa yang terpencil, jumlah penduduk sedikit, dan tidak punya tanah kas desa. Ini yang menjadi persoalan. Sementara KDMP ini harus punya gedung,” jelasnya.
Lebih lanjut Saifuddin menjelaskan, aspirasi ketiga soal relokasi Puskesmas Cilongok II yang seharusnya relokasi akan ditempatkan di Desa Kasegeran, Kacamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Namun dalam perkembangannya, ternyata ada keputusan dari bupati yang memindahkan ke lokasi lainnya. (Bud)









