Petani menggunakan teknologi drone untuk melakukan pemupukan dan juga mengusir hama burung.

Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah terus mengintensifkan upaya mewujudkan swasembada pangan, melalui penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Langkah ini dilakukan, untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan dukungan pemerintah mencakup rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan sarana produksi serta pendampingan petani agar proses usaha tani berjalan lebih efisien dan berkelanjutan. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, Senin (9/2).

Menurut Tavares, smart farming merupakan bagian dari CSA, yang meliputi pengelolaan air secara presisi, penggunaan irigasi tetes hingga pemanfaatan biochar untuk memperbaiki kualitas tanah.

Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemupukan, dan penyerapan unsur hara oleh tanaman.

Tavares menjelaskan, penerapan biochar masih dalam tahap uji coba awal.

Saat ini, pengamatan baru dilakukan pada satu musim tanam, sehingga dampak jangka panjang terhadap peningkatan produksi belum dapat disimpulkan secara menyeluruh.

“Secara teori biochar dapat menyeimbangkan pH tanah, meningkatkan kesuburan, dan mengurangi dampak negatif pupuk kimia. Namun efektivitasnya perlu diukur kembali pada musim tanam berikutnya,” kata Tavares.

Lebih lanjut Tavares menjelaskan, dalam mendukung percepatan swasembada pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng juga fokus pada penyediaan pupuk, pelatihan serta penguatan peran petani milenial.

Generasi muda dinilai lebih adaptif terhadap pertanian modern berbasis teknologi, mulai dari mekanisasi hingga pemanfaatan drone. (Bud)