
Semarang, Idola 92,6 FM-Jawa Tengah mencatatkan performa ekonomi gemilang selama 2025.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37 persen (y-on-y) pada triwulan IV-2025, dan memosisikan provinsi ini di atas rerata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Wagub Taj Yasin mengatakan capaian ini menempatkan Jateng, sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Menurut Gus Yasin, tidak hanya sekadar angka makro, pertumbuhan ini terbukti berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dengan turunnya angka kemiskinan secara masif.
“Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, agar kualitas hidup mereka meningkat,” kata Gus Yasin
Gus Yasin menjelaskan, momentum pertumbuhan yang berada di atas nasional ini harus terus dijaga dan diarahkan untuk program-program yang menyentuh masyarakat bawah.
Sementara Sekda Sumarno menambahkan, angka kemiskinan di Jateng berhasil ditekan dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025.
Menurutnya, jumlah penduduk miskin Jateng pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang atau turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025 dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang
“Pertumbuhan kita inklusif, didukung oleh gini ratio di angka 0,350. Hal ini mengindikasikan ketimpangan pendapatan antar penduduk semakin menyempit,” ujarnya.
Sumarno menyebut, pemprov menyadari masih ada pekerjaan rumah pada sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 74,77.
“IPM kita masih berada di rata-rata nasional yang tentu saja harus kita upayakan untuk peningkatannya,” imbuhnya. (Bud)













