Satgas Pangan Polda Jateng melakukan pemantauan kebutuhan pangan di pasar modern.

Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah memastikan, ketersediaan pangan menjelang Ramadan tahun ini dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Dyah Lukisari mengatakan secara nasional, Indonesia saat ini berada dalam kondisi surplus pangan, sehingga tidak ada kekhawatiran terhadap pasokan selama bulan puasa. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.

“Kalau bicara ketersediaan pangan menjelang Ramadan, sangat cukup. Secara nasional kita surplus dan cadangan pangan bahkan sudah lebih dari tiga juta ton. Jadi untuk Ramadan ini sangat-sangat aman,” kata Dyah.

Dyah mengingatkan, tantangan utama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bukan pada ketersediaan, melainkan pada stabilitas harga pangan.

Ia menilai, potensi kenaikan harga kerap dipicu perilaku oknum pelaku usaha yang memanfaatkan meningkatnya permintaan masyarakat.

Menurut Dyah, guna mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Jateng berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan melakukan pengawasan harga di pasar.

Pengawasan akan dimulai sejak awal Ramadan hingga menjelang Lebaran, guna memastikan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Pola ini sudah kami terapkan saat Natal dan Tahun Baru kemarin, dan hasilnya signifikan. Tidak terjadi lonjakan harga. Artinya, kalau diawasi ketat, pelaku usaha akan kembali patuh pada HET,” jelasnya.

Lebih lanjut Dyah menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat.

GPM akan digelar satu kali secara nasional dan satu kali secara serentak di Jateng, ditambah pelaksanaan parsial oleh kabupaten/kota sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

“Target jumlah GPM minimal sama dengan tahun lalu, bahkan bisa lebih karena banyak juga yang diselenggarakan oleh kabupaten/kota dan dukungan CSR dari berbagai pihak,” pungkasnya. (Bud)