Sakina Rosellasari, Kepala DPMPTSP Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Investasi asing di Jawa Tengah hingga saat ini, masih didominasi negara-negara Asia Timur, terutama dari kawasan yang memiliki basis industri manufaktur kuat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari mengatakan dominasi investor Asia Timur, menunjukkan daya saing provinsi ini tetap terjaga di tengah dinamika global, termasuk perubahan kebijakan perdagangan internasional. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Sakina menjelaskan, meski ekspor Jateng ke Amerika Serikat mencapai sekira 45 persen dan masih bertumpu pada produk alas kaki, kondisi tersebut justru memerkuat posisi provinsi ini sebagai pusat ekosistem industri alas kaki nasional.

“Ekosistem industri alas kaki di Indonesia itu ada di Jawa Tengah. Ini berbeda dengan provinsi lain, seperti Jawa Barat yang lebih kuat pada ekosistem manufaktur kendaraan,” kata Sakina.

Menurut Sakina, konsentrasi industri alas kaki di Jateng menjadi daya tarik utama investor asing, khususnya dari Asia Timur.

Adanya kebijakan tarif dan dinamika perdagangan antara Amerika Serikat dan China, Jateng dinilai memiliki keunggulan kompetitif karena jalur ekspor dari Indonesia ke Amerika masih relatif stabil.

“Ketika ada kendala ekspor langsung dari China ke Amerika, itu tidak serta-merta berdampak pada Indonesia. Inilah yang membuat Jawa Tengah tetap menarik sebagai basis produksi bagi investor,” jelasnya.

Lebih lanjut Sakina menjelaskan, meski asosiasi industri alas kaki sempat mengeluarkan peringatan terkait potensi perang tarif dan perubahan regulasi global, namun realisasi investasi di Jateng tetap menunjukkan tren positif.

Sejumlah investor asing di sektor alas kaki, bahkan telah masuk tahap realisasi.

“Besarnya minat investor asing, khususnya dari Asia Timur, menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah masih menjadi salah satu tujuan investasi utama di Indonesia,” pungkasnya. (Bud)