Semarang, Idola 92.6 FM-Survei terbaru menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen atau nyaris 80 persen, setelah sekitar 17 bulan memimpin Indonesia. Angka ini bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan dua presiden sebelumnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo di awal masa kepemimpinan mereka.
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menyebut, ada dua modal penting di balik capaian ini. Pertama, tingkat keterpilihan Prabowo yang sangat tinggi pada Pilpres 2024, dengan raihan lebih dari 96 juta suara. Kedua, faktor kapasitas kepemimpinan Presiden Prabowo termasuk dukungan politik yang kuat di awal pemerintahannya.
Survei ini juga mencatat, kepuasan publik terutama ditopang oleh persepsi keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi disusul oleh aksi-aksi bantuan sosial, program kerja yang dinilai konkret, kepemimpinan yang tegas, serta program Makan Bergizi Gratis.
Lalu, membaca Hasil Survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo, apa arti angka kepuasan publik yang tinggi ini? Apakah ini cerminan kinerja pemerintah yang memang sudah optimal khususnya dalam pemberantasan korupsi? Atau jangan-jangan, kepuasan publik masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi dan citra di awal pemerintahan? Lebih jauh, bagaimana menjadikan hasil survei ini bukan sekadar angka tetapi modal politik dan sosial untuk mendorong pemerintah bekerja lebih keras, lebih konsisten, dan lebih akuntabel ke depan?
Untuk membahasnya, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber: Boyamin Saiman (Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI)) dan Agung Baskoro (Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis). (her/yes/dav)
Simak podcast diskusinya:















