Sektor pariwisata menjadi salah satu pendorong ekonomi di Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan kinerja yang solid pada triwulan IV 2025.

Berdasarkan data Bank Indonesia, ekonomi Jateng tumbuh sebesar 5,84 persen (yoy), atau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,38 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Noor Nugroho mengatakan capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi regional Jawa yang sebesar 5,80 persen (yoy), maupun nasional yang berada di level 5,39 persen (yoy). Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.

Menurut Nugroho, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Jateng terutama ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,44 persen (yoy).

Konsumsi masyarakat tetap terjaga, sejalan dengan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang berada pada level optimis.

Aktivitas belanja masyarakat turut didorong berbagai program diskon di ritel modern, menjelang akhir tahun.

“Selain konsumsi, sumber pertumbuhan lainnya berasal dari Pembentukan Modal Tetap Bruto atau investasi yang tumbuh 6,24 persen (yoy). Realisasi investasi pada triwulan IV 2025 masih menunjukkan kinerja yang kuat. Data DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah mencatat Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak sebagai daerah tujuan investasi utama,” kata Nugroho.

Nugroho menjelaskan, konsumsi pemerintah juga mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 9,11 persen (yoy), sejalan dengan percepatan realisasi anggaran menjelang akhir tahun.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Industri pengolahan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Jateng dengan pertumbuhan 5,18 persen (yoy).

Kinerja tersebut, sejalan dengan masih besarnya peran industri manufaktur dalam struktur perekonomian daerah.

“Sektor lainnya yang turut menopang pertumbuhan adalah perdagangan yang tumbuh 5,26 persen (yoy), didorong meningkatnya permintaan masyarakat pada periode akhir tahun. Sektor Konstruksi juga tumbuh cukup tinggi sebesar 6,85 persen (yoy), seiring percepatan pembangunan dan preservasi infrastruktur jalan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Lebih lanjut Nugroho menjelaskan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan cukup baik sebesar 13,97 persen (yoy).

Peningkatan ini didukung geliat pariwisata, terutama pasca penambahan rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang menuju Singapura pada triwulan IV 2025.

“Secara kumulatif, perekonomian Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen (yoy), meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,95 persen (yoy). Capaian ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi regional Jawa sebesar 5,30 persen dan nasional 5,11 persen,” pungkasnya. (Bud)