Semarang, Idola 92,6 FM-Pagi itu, cahaya matahari menyelinap di antara lampion-lampion merah yang menggantung anggun di langit-langit Kelenteng Tay Kak Sie Semarang, Kamis (12/2).
Belum ada hiruk pikuk perayaan, belum terdengar gemuruh barongsai.
Yang ada hanya keheningan, dan sapuan kuas kecil yang bergerak perlahan di atas rupang para dewa.
Wakil Sekretaris Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Ivan Eko Harapan mengatakan menjelang Tahun Baru Imlek, tradisi bersih-bersih kelenteng menjadi ritual penting.
Bukan sekadar membersihkan debu, tetapi juga simbol menata ulang harapan.
“Hari ini kita masih dalam rangka perayaan Imlek ya, menjelang Imlek. Setelah kemarin kita mengantar dewa naik ke langit, hari ini kita bersih-bersih kelenteng. Ini memang rutin kita lakukan setiap menjelang tahun baru,” kata Ivan.
Menurut Ivan, mengantar dewa naik ke langit adalah bagian dari kepercayaan tradisi Tionghoa.
Diyakini, para dewa kembali ke kahyangan untuk melaporkan perjalanan hidup manusia selama setahun terakhir.
Sebelum mereka kembali, kelenteng harus bersih dan rapi/ siap menyambut lembaran baru.
Ivan menjelaskan, prosesnya dilakukan dengan penuh kehati-hatian, terutama saat membersihkan rupang, patung-patung suci yang menghiasi altar.
“Karena ini pembersihan rupang, kita harus sangat hati-hati. Biasanya pakai kuas, tisu, dan alat kebersihan lainnya. Tidak boleh sembarangan,” jelasnya.
Ivan menyebut, ada 29 rupang di altar kelenteng ini. Satu per satu disentuh lembut, dibersihkan dengan sabar. Air yang digunakan pun bukan air biasa.
“Kita pakai campuran bunga. Lima macam bunga. Supaya wangi, dan lebih bersih juga,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ivan menjelaskan, lima bunga dan lima aroma yang menyatu dalam satu harapan.
Wangi itu menguar, berpadu dengan doa-doa yang dipanjatkan dalam hati.
Membersihkan rupang menjadi simbol membersihkan diri, dan enghapus sisa-sisa lelah serta kecew, atau kegagalan tahun lalu
“Kalau menyambut tahun baru ya harus bersih semua, rapi semua. Masak mau tahun baru tidak dibersihkan. Kita rapikan supaya di tahun ini lebih bagus, rezekinya lancar,” ucapnya.
Imlek selalu datang dengan harapan baru, dan tahun ini adalah Tahun Kuda.
Kuda, simbol kekuatan dan ketangguhan. Seperti kuda yang berlari tanpa ragu, umat berharap kehidupan tahun ini bergerak lebih cepat menuju kebaikan.
“Gambaran kuda itu energik dan cepat. Kita berharap di tahun ini pertumbuhan ekonomi juga cepat melesat. Terutama semua sehat, rezeki lancar,” urai Ivan.
Ivan berharap, di tengah tantangan ekonomi dan dinamika zaman, doa-doa itu terdengar sederhana.
Semoga di Tahun Kuda ini, langkah-langkah lebih cepat menuju kebaikan dan semoga kesehatan menyertai setiap keluarga dan semoga rezeki mengalir tanpa henti. Gong Xi Fa Cai. (Bud)









