Semarang, Idola 92,6 FM-Angka kebutuhan rumah (backlog) di Jawa Tengah, berkurang sebanyak 274.514 unit selama 2025.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan pada awal 2025 kemarin, backlog di provinsi ini tercatat sebanyak 1.332.968 unit. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Luthfi menjelaskan, sepanjang 2025 kemarin, sudah tertangani sekira 274.514 unit, sehingga masih menyisakan backlog sekira 1.058.454 unit.
Luthfi mendorong, agar backlog rumah segera dituntaskan, sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan di Jateng.
“Ini pekerjaan rumah yang harus kita keroyok bersama-sama dengan menggandeng Real Estate Indonesia (REI) termasuk asosiasi rumah yang lain. Untuk menggenjot upaya itu, Pemprov Jateng juga memiliki program perbaikan rumah tidak layak huni. Selain itu juga merehabilitasi maupun membangun rumah untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” kata Luthfi.
Menurut Luthfi, asosiasi perumahan dan pengembang perumahan diharapkan berperan untuk ikut serta menyediakan rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
Sekaligus, mendukung program tiga juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ini langkah-langkah strategis yang kita lakukan. Insyaallah kita sanggup sehingga kebutuhan sandang, pangan, dan papan masyarakat di Jawa Tengah terpenuhi,” jelasnya.
Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, dalam pengembangan perumahan harus memerhatikan lahan yang tersedia dan tidak boleh mengubah lahan sawah dilindungi (LSD) untuk dijadikan permukiman. (Bud)









