Sebagai upaya membangun koneksi emosional yang kuat antara orangtua dan anak, Keluarga Kita menggelar acara “Main Bareng Keluarga Kita” di Semarang, Minggu (08/02) pagi di Aula Dinas Pendidikan Jawa Tengah Semarang. (Foto Dok. Komunitas Keluarga Kita)

Semarang, Idola 92.6 FM-Di tengah keseharian keluarga yang semakin lekat dengan gawai, membangun koneksi emosional antara orangtua dan anak menjadi tantangan tersendiri. Padahal, berbagai riset menunjukkan bahwa adiksi digital pada anak sering kali berakar dari kurangnya koneksi yang hangat dan bermakna di rumah.

Menjawab tantangan tersebut, Keluarga Kita menggelar acara “Main Bareng Keluarga Kita” di Semarang, sebagai ruang bagi keluarga untuk kembali terhubung melalui aktivitas bermain, bercerita, dan refleksi pengasuhan. Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu (08/02) pukul 08.30–11.00 WIB di Aula Dinas Pendidikan Jawa Tengah Semarang.

Berlangsung di bulan Februari yang identik dengan Hari Kasih Sayang, acara ini mengajak orangtua untuk memaknai cinta bukan hanya lewat kata, tetapi melalui kehadiran, waktu, dan keterlibatan penuh bersama anak.

Rangkaian kegiatan dirancang untuk melibatkan seluruh anggota keluarga. Anak-anak usia 3–8 tahun akan diajak mengikuti sesi bermain bersama Komunitas Teman Berbincang dan mendengarkan dongeng bersama Komunitas Kampung Dongeng Semarang, lengkap dengan permainan, balon terbang, dan aktivitas kreatif yang menstimulasi imajinasi tanpa layar. Sementara itu, orangtua akan mengikuti talkshow “Orangtua Cerdas di Era Digital” bersama Komunitas Relawan Keluarga Kita di Semarang, membahas tantangan pengasuhan di era digital, termasuk cara membangun koneksi agar anak tidak bergantung pada gawai.

Setelah itu seluruh keluarga juga diajak mengikuti sesi Main dan Bebikinan bersama Tim Sekolah Murid Merdeka, sebuah aktivitas kolaboratif yang menekankan pentingnya bermain bersama sebagai sarana membangun hubungan yang aman dan menyenangkan.

“Ketika koneksi emosional anak terpenuhi, kebutuhan akan validasi instan dari layar akan berkurang dengan sendirinya. Bermain bersama adalah salah satu bentuk cinta paling sederhana, tapi dampaknya sangat besar,” ujar Siti Nur Andini, Direktur Keluarga Kita, dalam siaran persnya.

Siti Nur Andini menambahkan, melalui kegiatan ini, Keluarga Kita ingin mengingatkan bahwa membatasi layar bukan semata soal aturan, melainkan tentang menghadirkan alternatif yang bermakna. “Maka itu, orangtua perlu meluangkan waktu bersama anak dan benar-benar hadir ketika berinteraksi dengan anak,” harapnya.

Keluarga Kita, didirikan oleh Najelaa Shihab pada tahun 2012, adalah organisasi pendidikan keluarga berbasis komunitas yang mengembangkan kurikulum berdasarkan riset serta telah menyelenggarakan ribuan kelas pengasuhan di 342 kabupaten di seluruh Indonesia. (her)