Semarang, Idola 92.6 FM-Tak terasa, pada 20 Februari 2026, kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen akan genap satu tahun menakhodai Jawa Tengah.
Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat berbagai capaian. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan layanan kesehatan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menjangkau hampir 89 ribu warga hingga upaya menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada bidang tata kelola, Jawa Tengah mempertahankan opini WTP dari BPK RI selama 14 tahun berturut-turut, memperoleh apresiasi dari KPK, serta dinobatkan sebagai TPID terbaik Jawa–Bali dengan inflasi yang relatif terkendali.
Pada sektor social, angka stunting berhasil ditekan hingga 17,1 persen, berada di bawah rata-rata nasional. Program perumahan layak huni pun mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Tak kurang dari 40 penghargaan nasional diraih sepanjang 2025.
Namun, satu tahun kepemimpinan, tentu bukan hanya soal capaian dan penghargaan. Masih ada pekerjaan rumah, tantangan struktural, serta ekspektasi publik yang belum sepenuhnya terjawab.
Pertanyaannya kemudian: apa yang sudah benar-benar berdampak, dan apa yang masih perlu dikritisi serta dipercepat? Prestasi apa pula yang layak diapresiasi dari kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin? Dan, apa sesungguhnya tantangan yang masih membayangi mereka? Serta agenda apa yang harus terus diakselerasi ke depan.
Untuk mengulas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber: Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro Semarang,Yuwanto, PhD dan Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah, Ida Nurul Farida. (her/yes/dav)
Simak podcast diskusinya:















