Semarang, Idola 92,6 FM-Mendung tipis yang menyelimuti langit Purwokerto, Minggu (15/2/), saat Kirab Pusaka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas dimulai.
Bagi warga, cuaca sejuk itu seperti menjadi “payung alami” yang membuat mereka betah menyaksikan prosesi sakral dari awal hingga akhir.
Alunan gamelan mengiringi prosesi penyerahan pusaka dari Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, yang kemudian diarak menuju Pendapa Si Panji.
Empat pusaka kebesaran yakni Tombak Kiai Genjring, Keris Nala Praja, Keris Gajah Endra dan Keris Kiai Sempana Bener menjadi pusat perhatian.
Warga yang memadati sepanjang jalan terlihat tertib dan antusias.
Prosesi ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi pengingat akan perjalanan panjang sejarah daerah.
Desi, warga Banyumas yang sudah berada di lokasi sejak pagi mengaku terkesan bisa melihat langsung pusaka yang selama ini hanya ia dengar dari cerita.
“Acaranya bagus banget ya, kita jadi tahu bupati-bupati terdahulu, jadi tahu sejarah. Eh, ternyata pusakanya benar-benar ada,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Imam Arif Budiman, yang datang bersama istri dan dua anaknya dari Purwokerto.
Baginya, kirab pusaka menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan keluarga.
“Tujuannya memperkenalkan budaya Banyumas, hiburan, dan pendidikan juga, biar anak-anak tahu sejarah Banyumas,” ucapnya.
Imam yang hampir setiap tahun menyaksikan kirab berharap, tradisi ini terus dipertahankan.
Meski sederhana, prosesi kirab meninggalkan kesan mendalam bagi warga.
Masyarakat Banyumas kembali diingatkan, bahwa merawat tradisi adalah cara menjaga jati diri sekaligus menatap masa depan dengan penuh harapan. (Bud)















