Sawah di Grobogan terendam banjir.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah menyiapkan langkah pendampingan bagi petani di Kabupaten Grobogan, yang sawahnya terdampak banjir guna mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) apabila mengalami gagal panen (puso).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan setelah menerima laporan awal terkait luas lahan terdampak, pihaknya akan melakukan identifikasi tingkat kerusakan tanaman guna memastikan apakah benar-benar mengalami puso. Hal itu dikatakan saat ditemui di Grobogan, kemarin.

“Petugas pengendali organisme pengganggu tanaman atau POPT nanti cek di lapangan bahwa ini puso apa tidak. Karena kalau dalam kondisi terendam kan agak sulit untuk mendeteksi. Apabila hasil pengecekan menyatakan terjadi gagal panen, laporan akan diteruskan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penanggung jawab program AUTP),” kata Tavares.

Tavares menjelaskan, berdasarkan data, lahan pertanian seluas 1.842 hektare di Grobogan terendam banjir akibat cuaca ekstrem.

Data tersebut masih bersifat sementara, dan akan diverifikasi lebih lanjut di lapangan.

“Belum seluruh petani terdaftar dalam program AUTP, sehingga belum semuanya memiliki perlindungan asuransi. Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong petani, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak bencana, agar segera mendaftarkan lahannya melalui penyuluh pertanian,” jelasnya.

Lebih lanjut Tavares menjelaskan, melalui upaya ini, Pemprov Jateng berharap petani yang terdampak banjir tetap mendapatkan perlindungan, sekaligus menjaga stabilitas produksi pertanian demi mencapai swasembada pangan.

Namun demikian, Pemprov Jateng tetap optimistis dapat mencapai swasembada pangan sejalan dengan kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi yang fokus pada sektor pangan di 2026.

“Jawaban Tengah pernah mengalami gagal panen dengan luas lahan mencapai 35 ribu hektare pada tahun lalu. Meski demikian, kondisi itu tidak terlalu berpengaruh terhadap produksi padi secara keseluruhan. Secara nasional, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga sebagai penyumbang produksi padi terbesar pada 2025 dengan total produksi sekitar 9,3 juta ton gabah kering giling,” pungkasnya. (Bud)