Semarang, Idola 92,6 FM-Guna meningkatkan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat, Bunda Literasi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengoptimalkan keberadaan perpustakaan desa dan kelurahan.
Harapannya, satu desa/kelurahan di Jateng memiliki satu perpustakaan.
Nawal Yasin mengatakan saat ini, di Jateng telah memiliki 7.621 perpustakaan desa/kelurahan. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, belum lama ini.
Nawal menargetkan, jumlah itu akan terus meningkat hingga mencapai 8.563 perpustakaan, sesuai total desa/kelurahan di Jateng.
“Harapannya di 8.563 desa/kelurahan di Jawa Tengah ini ada satu perpustakaannya. Saat ini ada di angka 7.621 perpustakaan, harapannya nanti setiap desa/ kelurahan memiliki perpustakaan,” kata Nawal.
Menurut Nawal, pihaknya akan mengoptimalkan perpustakaan desa/kelurahan sebagai pusat gerakan literasi masyarakat, agar budaya gemar membaca terus meningkat.
Upaya ini didukung dengan 36 perpustakaan daerah tingkat kabupaten/kota dan provinsi, 22.388 perpustakaan sekolah yang terdiri dari SD, SMP dan SMA serta 1.425 perpustakaan khusus yang terdiri dari perpustakaan instansi daerah, rumah ibadah, lapas dan masyarakat.
“Setiap jenis perpustakaan memiliki segmentasi pembaca tersendiri. Jika semuanya bergerak secara masif, TGM masyarakat Jateng diyakini akan terus mengalami peningkatan,” jelasnya.
Lebih lanjut Nawal mendorong peran aktif Bunda Literasi di 35 kabupaten/kota, untuk menghadirkan berbagai inovasi.
Sebab, Bunda Literasi memiliki peran strategis sebagai penggerak kegiatan literasi, kolaborator literasi, edukator literasi, serta motivator literasi.
“Titik tekannya adalah bagaimana inovasi dari Bunda Literasi bisa muncul. Jadi bukan hanya berhenti pada bangunan fisik, tetapi juga mampu menggerakkan pemberdayaan masyarakat, sehingga turut berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah,” pungkasnya. (Bud)








