Sejumlah alat berat dikerahkan di sekitar tanggul Sungai Tuntang.

Semarang, Idola 92,6 FM-Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) memastikan, penanganan tanggul jebol Sungai Tuntang sudah bisa tertangani, besok.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana Heri Santoso mengatakan pihaknya telah memobilisasi sembilan alat berat, untuk memercepat penutupan tanggul di dua titik jebol. Hal itu dikatakan saat ditemui di Grobogan, kemarin.

“Per hari ini kami memobilisasi sembilan alat berat di dua lokasi. Titik pertama sekitar lima alat, terdiri satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua empat ekskavator. Kami juga menambah satu alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” kata Heri.

Menurut Heri, target penutupan tanggul diproyeksikan selesai dalam tiga hari, dan setelah itu akan dilakukan penguatan tanggul dalam waktu tujuh hari.

“Insya Allah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” jelasnya.

Heri menjelaskan, BBWS juga terus melakukan pengawasan debit air, mengingat cuaca masih tergolong ekstrem.

Pengendalian aliran Sungai Tuntang dilakukan melalui titik kontrol, sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Untuk Sungai Tuntang ada dua titik kontrol poin, salah satunya di Bendung Gelapan. Debit air yang masuk berasal dari Bancak maupun Rawapening. Rawapening bisa ditutup sementara, tetapi debit terbesar sebenarnya dari Bancak, yang belum memiliki kontrol poin buka-tutup debit,” imbuhnya.

Heri menyebutkan, kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Cuaca sangat berpengaruh pada kegiatan di Sungai Tuntang,” pungkasnya. (Bud)