Ketua LFSP Jateng Hasyim Muhammad bersama Koordinator Bidang Beasiswa dan Pelatihan LFSP Jateng Akhmad Syakir Kurnia menjelaskan terkait beasiswa bagi santri dan pengasuh ponpes.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah resmi membuka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, yang memberi peluang santri asal Jateng untuk melanjutkan studi hingga luar negeri.

Mulai dari Universitas Al Azhar Mesir, sampai kampus-kampus di Jepang.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng Hasyim Muhammad mengatakan beasiswa itu merupakan program prioritas pemprov, yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren. Hal itu dikatakan saat berada di Semarang, belum lama ini.

“Program ini bentuk kehadiran pemerintah provinsi bagi pesantren. Santri tidak hanya didorong kuliah di dalam negeri, tetapi juga diberi kesempatan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri,” kata Hasyim.

Hasyim menjelaskan, jenis beasiswa yang difasilitasi melalui program beasiswa santri dan pengasuh pesantren ini adalah program Beasiswa Santri Vokasi dan Program Studi Strata 1 (S1) dalam negeri.

Meliputi bidang kedokteran, bidang pertanian, bidang sains, teknologi, teknik dan matematika serta bidang keislaman pada perguruan tinggi negeri dan swasta di Jateng yang sudah menandatangani nota kesepakatan dengan pemprov.

Koordinator Bidang Beasiswa dan Pelatihan LFSP Jateng Akhmad Syakir Kurnia menekankan pentingnya akuntabilitas dan tanggung jawab penerima beasiswa, pada kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi-Wakil Gubernur Taj Yasin.

Sebab, setiap penerima wajib menyampaikan laporan perkembangan studi setiap semester, dan laporan akhir setelah lulus.

“Bayangkan lahir dokter, insinyur, atau ilmuwan lulusan luar negeri, yang juga memiliki watak santri yang santun. Ini yang ingin dibangun Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Syakir, santri dan pengasuh pesantren penerima beasiswa diwajibkan mengabdi di pesantren asal setelah menyelesaikan pendidikan. (Bud)