
Bangka Barat, Idola 92.6 FM-Sosok satu ini dikenal sebagai pelestari naskah kuno yang lebih familiar dengan manuskrip. Ia menjadi salah satu dari empat utusan se-Indonesia yang menerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada 2024 lalu.
Sosok itu adalah Suryan Masrin, pelestari dan pegiat naskah kuno (manuskrip) asal Mentok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Atas apa yang dilakukan, Suryan mendapat penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpusnas RI pada 2024.
Guru SD Negeri 10 Mentok Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menyimpan ratusan kitab manuskrip kuno bertuliskan Arab Melayu berumur ratusan tahun tersusun rapi di dalam lemari kaca di kediaman Suryan di Mentok Kabupaten Bangka Barat.

Menurut Suryan, ia mulai tertarik terhadap naskah kuno, berawal dari rasa penasarannya sekitar tahun 2007/2008. Di mana di kampungnya, Kampung Peradong, disebutkan adanya sosok yang berjasa menyebarkan ajaran Islam di kampung. Setelah bertanya ke warga di kampungnya, ia berjumpa dengan sesepuh kampung (akrab dipanggi Atok). Dari situlah, tulisan-tulisan naskah kuno dilihatnya.
Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 2018, Suryan benar-benar terlibat melestarikan naskah kuno. Berkoordinasi dengan dinas terkait, dan tokoh-tokoh anak muda yang suka menulis di Kabupaten Bangka Barat, Suryan terus bergerak, menggali dan mengumpulkan naskah kuno.

Semakin dipelajari, dan digali, semakin penarasan untuk terus mendapatkan naskah kuno. Meski kadang ada warga yang menolak memberikan naskah kuno, karena berbagai alasan.
“Warga di sini. Takut ketulah. Takut kualat. Ada beberapa mereka yang menyimpan saja, dan tak mau membuka. Karena mereka takut ketulah, sebagian dibakar, dan dihanyutkan ke sungai,”tutur Suryan kepada radio Idola Semarang, pagi (24/02) tadi.
Hingga kini, Suryan mempunyai 20 koleksi Bangka. Dan sekitar 20 dari Jawa Timur. Naskah ada yang tebal, dan tipis. Isi naskah tentang kegiatan sehari-hari, obat-obatan, jampi-jampian dan pertanian. Tapi secara umum, memakai bahasa Melayu.
Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Suryan Masrin, pelestari dan pegiat naskah kuno (manuskrip) asal Mentok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (yes/her)
Simak podcast wawancaranya:








