Semarang, Idola 92,6 FM-Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi penopang bagi masyarakat, yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk pasien dengan penyakit katastropik seperti talasemia.
Manfaat tersebut dirasakan langsung Adelina Puspitasari, warga Borobudur, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di rumahnya, Senin (24/2).
Adelina telah menderita talasemia, sejak berusia sembilan tahun.
Saat itu, ia kerap mengalami lemas, pusing, dan pucat.
Awalnya, keluarga Adelina mengira ia hanya mengalami anemia biasa.
“Saya kena talasemia sejak umur sembilan tahun. Waktu kecil sering lemas, pusing, dan terlihat pucat. Dulu dibawa ibu ke puskesmas, awalnya dikira anemia biasa lalu diberi rujukan ke rumah sakit untuk transfusi,” kata Adelina.
Setelah beberapa bulan menjalani perawatan tanpa perubahan apapun, pemeriksaan lanjutan dilakukan.
Hasil tes menunjukkan kadar hemoglobin (Hb) Adelina hanya mencapai angka empat, dan pemeriksaan HbE (Hemoglobin E) kemudian memastikan bahwa ia mengidap talasemia.
“Berdasarkan hasil itu, barulah saya divonis terkena talasemia,” ucapnya.
Selama bertahun-tahun menjalani pengobatan, Adelina terdaftar sebagai peserta JKN melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai Pemkota Semarang.
Ia mengaku, tidak pernah mengalami kendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada kendala, mulai dari tindakan, obat yang selalu tersedia, sampai transfusi. Waktu saya hamil pun, adanya UHC ini sangat membantu kami,” ujarnya.
Saat ini, Adelina rutin menjalani transfusi darah dua pekan sekali di RSUP dr. Kariadi Semarang.
Saat ini, kondisi tubuhnya terasa lebih baik setiap kali selesai transfusi.
Adelina juga mengapresiasi perkembangan layanan JKN, termasuk kemudahan perpanjangan surat rujukan langsung di rumah sakit bagi pasien talasemia.
Menurutnya, program JKN dan UHC sangat membantu karena biaya pengobatan talasemia tidaklah sedikit.
“Kalau harus biaya mandiri, tentu sangat berat karena harus transfusi rutin dan konsumsi obat terus-menerus. Dengan adanya BPJS Kesehatan dan UHC ini sangat membantu pengobatan saya dari dulu sampai sekarang,” tutup Adelina. (Bud)















