
Semarang, Idola 92.6 FM-Beberapa waktu terakhir Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional. Bukan hanya karena sikap politik luar negerinya yang konsisten mendukung Palestina tetapi juga karena Indonesia ditunjuk sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau pasukan internasional yang bertugas menjaga stabilitas dan perdamaian di Gaza, Palestina.
Penunjukan ini menuai banyak apresiasi. Sejumlah pengamat menilai/ posisi Indonesia bukan sekadar simbol atau prestise diplomatik melainkan posisi strategis yang memberi ruang pengaruh nyata dalam memastikan misi stabilisasi Gaza berjalan sesuai mandate yakni melindungi warga sipil dan menghormati hak menentukan nasib sendiri rakyat Palestina.
Namun di sisi lain, penugasan ini juga memunculkan pertanyaan penting. Apa arti posisi Wakil Komandan ISF ini bagi Indonesia dalam percaturan geopolitik global? Seberapa besar ruang pengaruh yang bisa dimainkan Indonesia? Dan tantangan apa yang mengintai di balik peran strategis tersebut?
Untuk mengurai persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi bersama dua narasumber; Pengamat Timur Tengah & Ketua Prodi Doktor Kajian Stratejik dan Global SPPB Universitas Indonesia, Prof Yon Machmudi dan Pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi. (her/yes/dav)
Simak podcast diskusinya:








