Semarang, Idola 92,6 FM-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah memastikan, pelaksanaan ratusan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten/kota se-Jateng selama Ramadan hingga Lebaran 2026.
Langkah ini ditempuh, untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Andi Reina Sari mengatakan sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, GPM akan digelar secara masif di 227 titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Hal itu dikatakan dalam sesi media briefing di kantornya, Rabu (25/2).
Menurut Andi Reina, seluruh daerah di Jateng telah mendaftarkan pelaksanaan GPM, dengan dukungan subsidi distribusi dari pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Selama Ramadan ini direncanakan ada 227 GPM di seluruh kabupaten/kota. Semua daerah sudah mendaftarkan pelaksanaannya, dan distribusinya juga akan mendapat dukungan subsidi,” kata Andi Reina.
Andi Reina menjelaskan, berdasarkan pantauan terbaru, harga beras relatif terkendali.
Namun, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah mengalami tekanan akibat faktor cuaca.
“Secara produksi sebenarnya cabai di lahan cukup banyak. Namun, panennya terkendala karena cuaca. Kualitas juga terdampak karena kondisi yang sangat lembap,” jelasnya.
Lebih lanjut Andi Reina menjelaskan, jadwal pelaksanaan GPM akan ditetapkan secara fleksibel mengikuti perkembangan harga di lapangan.
Penetapan waktu tidak diumumkan jauh hari, untuk menghindari potensi spekulasi yang dapat memanfaatkan informasi tersebut.
“Begitu ada indikasi kenaikan harga, GPM akan langsung kita tetapkan waktunya. Kami terus memantau perkembangan harga agar intervensi bisa tepat sasaran,” pungkasnya. (Bud)















