Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di provinsi ini, memerketat standar operasional.
Mulai dari pengemasan, penyimpanan, hingga pengiriman makanan.
Wagub Taj Yasin mengatakan hal itu sebagai langkah responsif, terkait temuan roti berjamur dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora beberapa hari lalu. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Menurut Gus Yasin, setiap kelalaian dalam penyediaan menu akan ditindak melalui mekanisme audit hingga sanksi tegas bagi SPPG yang melanggar.
“Saya berharap SPPG-SPPG untuk diedukasi betul. Pengawasan program MBG telah dilengkapi satuan tugas dan petugas khusus. Setiap kesalahan dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan,” kata Gus Yasin.
Gus Yasin menjelaskan, pelanggaran yang terbukti dapat berujung pada audit menyeluruh.
Bahkan, jika ditemukan ketidaksesuaian standar yang serius, penutupan terhadap SPPG yang bersangkutan dapat dilakukan.
“Terkait Ramadan, memang ada pengaturan-pengaturan khusus. Kami ingin program ini tetap berjalan baik, namun juga menghormati kondisi siswa-siswi yang berpuasa,” jelasnya.
Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, setiap menu yang dinilai tidak layak akan menjadi bahan evaluasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, yang aktif memberikan masukan.
Sebagai informasi, sebanyak 349 roti pada menu MBG yang didistribusikan ke SMP Negeri 5 Blora pada Selasa, 24 Februari 2026, terindikasi berjamur.
Pihak sekolah memutuskan tidak membagikan roti tersebut kepada peserta didik, dan langsung mengembalikannya ke dapur SPPG penyedia. (Bud)









