
Semarang, Idola 92,6 FM-Perum Bulog mengintensifkan pengawasan, untuk mencegah praktik penimbunan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi penimbunan, yang kerap terjadi menjelang Lebaran. Hal itu dikatakan saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Johar dan Pasar Kanjengan Semarang didampingi Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah Sri Muniati, Jumat (27/2).
Menurut Rizal, Bulog akan rutin melakukan patroli serta penyelidikan di lapangan guna memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar.
“Kami melaksanakan patroli terus, kemudian melakukan penyelidikan dan pendalaman apabila memang terbukti ada oknum yang melakukan penimbunan. Tentu ada sanksi sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah,” kata Rizal.
Rizal menjelaskan, selain pengawasan, Bulog juga mengimbau para pedagang dan pengecer agar menaati ketentuan pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Pemerintah memahami meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Lebaran, namun pelaku usaha diharapkan tidak memanfaatkan momentum tersebut untuk menaikkan harga secara berlebihan.
“Kami paham semua ingin merayakan Lebaran dengan baik dan kebutuhan meningkat. Pemerintah juga memberi ruang bagi pengusaha untuk mendapatkan keuntungan, tetapi tetap harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku,” jelasnya.
Lebih lanjut Rizal menjelaskan, kenaikan harga yang terlalu tinggi dapat memicu ketidakstabilan pasar dan merugikan masyarakat luas.
Oleh karena itu, Bulog berharap seluruh pedagang dan pengecer dapat mematuhi imbauan pemerintah demi menjaga harga tetap terkendali.
“Upaya ini semata-mata bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, serta memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman dan harga yang terjangkau. Kami berharap semuanya berjalan baik, sehingga masyarakat bisa menikmati Ramadan dan Idul Fitri dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga,” pungkasnya. (Bud)














