Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ketika melihat stok beras SPHP di Kios Pandawa Kita, Pasar Kanjengan, Kota Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM-Perum Bulog bergerak cepat menyerap gabah petani di Kabupaten Grobogan, yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.

Hingga Jumat (27/2), sebanyak 30 ton gabah kering panen (GKP) telah berhasil diserap dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketetapan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah menugaskan Direktur Pengadaan Prihastyo Setyanto untuk turun langsung ke lokasi banjir di Grobogan, guna memastikan gabah petani tetap terserap. Hal itu dikatakan saat ditemui di sela kegiatan sidak di Pasar Johar dan Pasar Kanjengan Semarang didampingi Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah Sri Muniati.

“Kemarin kami sudah tugaskan direktur pengadaan untuk membantu masyarakat atau petani yang sawahnya kebanjiran. Beliau sudah berangkat langsung ke Grobogan dan dilakukan upaya penyerapan,” kata Rizal.

Menurut Rizal, langkah ini dilakukan, agar gabah yang sempat terendam air tetap bisa dibeli Bulog, sehingga petani tidak merugi.

Gabah yang telah diserap, nantinya akan melalui proses pengeringan menggunakan fasilitas dryer.

“Yang sudah diserap kemarin sekitar 30 ton. Alhamdulillah sudah 30 ton, mungkin hari ini bisa bertambah lagi. Nanti akan kita keringkan di dryer,” jelasnya.

Rizal menjelaskan, Bulog tetap memerhatikan parameter kelayakan kualitas gabah.

Selama kondisi gabah masih dalam batas kelaziman yang ditetapkan, Bulog akan menyerapnya.

Namun jika kualitasnya sudah melebihi batas toleransi, maka tidak dapat diproses lebih lanjut.

“Sepanjang itu tidak di luar batas kelaziman, kita bisa serap. Namun kalau sudah di atas parameter kelaziman, tentu tidak bisa,” imbuhnya.

Langkah penyerapan ini, tegas Rizal, diharapkan mampu membantu petani Grobogan tetap mendapatkan kepastian harga di tengah dampak bencana, sekaligus menjaga ketersediaan stok beras nasional. (Bud)