Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah mengambil langkah strategis, guna menekan harga komoditas cabai yang melambung sebesar 49 persen dari harga acuan pemerintah (HAP).
Yakni, dengan menyalurkan cabai rawit bersubsidi di 15 kabupaten/ kota.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng Dyah Lukisari mengatakan di pasaran, harga cabai rawit merah mencapai Rp85 ribu per kilogram, padahal HAP maksimal yang ditetapkan adalah Rp57 ribu per kilogram. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.
Menurut Dyah, pemprov mengambil langkah strategis dengan operasi pasar.
Penyaluran cabai rawit bersubsidi dilakukan, agar daya beli masyarakat terjaga.
Pada operasi pasar yang digelar, cabai dihargai Rp65 ribu per kilogram.
“Menyikapi kenaikan harga cabai, khususnya cabai merah rawit pada Minggu kedua Februari, kami melakukan intervensi dengan menyalurkan cabai sebanyak tiga ton di 15 kabupaten/ kota,” kata Dyah.
Dyah menjelaskan, daerah sasaran penyaluran cabai rawit merah adalah wilayah nonpenghasil komoditas tersebut di antaranya, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Demak dan Rembang.
“Kami menugaskan Perusda Jateng Agro Berdikari, guna menyalurkan cabai rawit bersubsidi,” pungkasnya (Bud)









