Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah melalui Jateng Petro Energi (JPEN) berkomitmen, mendukung pengembangan bisnis energi baru terbarukan (EBT) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Kawasan Industripolis Batang.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan pihaknya menjalin kerja sama terkait investasi layanan energi baru terbarukan (EBT), terintegrasi dengan sistem keandalan daya tanpa kedip (zero interruption power). Hal itu dikatakan saat berada di Semarang, kemarin.
Luthfi menjelaskan, KITB merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) dan telah menjadi etalasenya investasi di Jateng.
Secara tidak langsung, pemprov mempunyai tanggung jawab untuk ikut meningkatkan daya saing KITB.
“Jangan sampai KITB ini punya kawasan yang byar-pet, kadang nyala kadang mati (listriknya). Susun strategi, kalau perlu bikin timeline, harus secepatnya (direalisasikan) energi baru terbarukan ini. KITB harus menjadi percontohan nasional untuk industri lain,” kata Luthfi.
Menurut Luthfi, EBT telah menjadi salah satu syarat yang diajukan banyak investor dari luar negeri setiap mempromosikan potensi investasi dan kawasan industri.
“Kita punya banyak danau atau waduk yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Para investor banyak yang tertarik untuk ikut investasi,” jelasnya.
Direktur Utama JPEN Dwi Budi Sulistiyana menambahkan, investasi layanan sistem keandalan daya tanpa kedip (zero interruption power) merupakan upaya mewujudkan suplai energi listrik yang tidak pernah putus selama 24 jam.
Ini akan menunjang KITB, menjadi satu-satunya kawasan industri yang mencapai tier 4.
“Akhirnya akan menarik investor-investor high premium seperti semikonduktor, kemudian juga petro chemical, data center, dan lain-lain. Juga memicu menciptakan lapangan pekerjaan dengan nilai gaji tinggi dan transfer teknologi,” ujarnya.
Direktur Utama KITB Anak Agung Putu Ngurah Wirawan mengapresiasi JPEN, yang akan menjadi mitra dalam membangun KITB.
Sesuai dengan roadmap yang ditentukan, KITB tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari sewa lahan tetapi harus bisa menghasilkan dalam jangka panjang dari berbagai sumber. Salah satunya adalah energi.
“Kehadiran JPEN ini melengkapi kami. Apalagi sudah ada rencana dari pemerintah pusat yang akan memanfaatkan danau sebagai panel surya untuk sumber energi,” ujarnya. (Bud)














