Semarang, Idola 92,6 FM-Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah menyebut, awal 2026 ini, pihaknya telah merealisasikan serapan gabah sebesar 63.909 ton setara beras.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jateng Sri Muniati mengatakan angka tersebut, setara dengan 12,39 persen dari target pengadaan tahun ini sebesar 515.722 ton setara beras. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantor gubernur, kemarin.
Muniati menjelaskan, momentum puncak panen diperkirakan berlangsung pada Maret-April.
Bulan-bulan tersebut, menjadi periode krusial untuk percepatan serapan.
“Rata-rata serapan saat ini sekitar tiga ribu ton per hari. Untuk mencapai target tahunan, diperlukan percepatan hingga sekitar 3.900 ton per hari,” kata Muniati.
Menurut Muniati, masih diperlukan penguatan serapan sekira 900 ton per hari, agar target pengadaan 2026 dapat tercapai atau bahkan terlampaui.
“Bulog meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agar pelaku industri pengolahan padi yang belum menjadi Mitra Pengadaan Pangan dapat berkontribusi minimal 10 persen dari kapasitas produksinya untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut Muniati menjelaskan, Bulog Jateng juga mendapat penugasan menyerap jagung pipil kering untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dengan target 73.776 ton pada 2026.
Hingga 1 Maret 2026, realisasi serapan jagung mencapai 5.230,85 ton atau 7,09 persen dari target tahunan.
“Per 1 Maret 2026, tersedia jagung pipil kering 8.103 ton,” pungkasnya. (Bud)















