Semarang, Idola 92.6 FM-Fort Willem 1 atau Benteng Pendem Ambarawa bukan hanya secara fisik menjadi benteng terbesar di Pulau Jawa tetapi sejarah sejak berdirinya hingga sekarang pun mempunyai cerita yang luar biasa. Cerita mengenai perjalanan sejarah Benteng Pendem Ambarawa dikemas secara apik dan spektakuler dalam Sendratari Kolosal: “Babad Fort Willem1” beberapa waktu lalu.
Sendratari kolosal tersebut dibawakan secara kolaboratif oleh Sanggar Tari Kemrincing, Sanggar Karawitan Nayanika, Legato Music, Sanggar Teater Tawar, Hanoman Art, serta The Lawu Grup & Javayo Production. Pertunjukan itu digelar di Kompleks Grha Mandala Cipta, Benteng Willem1/Benteng Pendem Ambarawa.
Pentas dramatari kolosal “Babad Benteng Willem I Ambarawa” akan kembali hadir dengan lebih Epik dan kolosal dari sebelumnya. Rencananya akan digelar pada 24 Maret 2026 di Kawasan Benteng Pendem Ambarawa.
Sendratari “Babad Fort Willem I” dirancang sebagai pertunjukan rutin bulanan, dengan konsep berkelanjutan sebagaimana Sendratari Ramayana Prambanan. Diharapkan dapat semakin meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Benteng Pendem Ambarawa.

Jika di Ambarawa ada Benteng Pendem, di Solo, saat ini juga terdapat wahana kebun binatang yang semakin banyak dikunjungi wisatawan yakni Solo Safari. Solo Safari adalah destinasi wisata edukasi satwa di Surakarta, Jawa Tengah. Dikelola oleh Taman Safari Indonesia sejak 27 Januari 2023. Dengan luas 14 hektar, Solo Safari menjadi rumah bagi lebih dari 400 satwa dari 90 spesies. Pengunjung dapat menikmati pengalaman interaktif dengan berbagai zona yang menampilkan satwa endemik Indonesia serta fasilitas hiburan seperti Paint and Brush, Gokart, Dino Ride, dan Savannah Zipline. Solo Safari tidak hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga pusat konservasi dan penelitian yang berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan satwa liar di Indonesia.
Lalu, mengulik pentas dramatari kolosal “Babad Benteng Willem I Ambarawa” dan Solo Safari, radio Idola Semarang berbincang-bincang dengan dua narasumber, yakni Marsono Straitana (Pengurus Benteng Fort Willem I Ambarawa di Kabupaten Semarang) dan Danu Widi Krismara (Marketing Manager at Solo Safari). (her/yes/dav)
Simak podcast diskusinya:















