Semarang, Idola 92,6 FM-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah bersama sejumlah pihak, menggelar operasi pasar murah cabai untuk membantu menstabilkan harga komoditas tersebut yang masih berfluktuasi di pasaran menjelang Idul Fitri.
Deputi Direktur KPw BI Jateng Wahyu Dewanti mengatakan fluktuasi harga cabai saat ini, dipengaruhi dinamika permintaan masyarakat. Hal itu dikatakan di sela kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Semarang Barat, Jumat (6/3).
Menurutnya, meski harga cenderung tinggi, daya beli masyarakat terhadap komoditas tersebut dinilai mulai lebih rasional.
“Permintaan memang mempengaruhi harga. Walaupun harganya tinggi, yang membeli juga tidak banyak. Masyarakat sekarang sudah lebih bijak dalam berbelanja, kalau mahal biasanya ditunda dulu,” kata Wahyu.
Wahyu menjelaskan, kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat permintaan, sehingga secara bertahap harga cabai dapat kembali normal di pasar.
“Sebagai upaya stabilisasi, kami bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah telah melakukan operasi pasar murah cabai dengan total pasokan sekitar tiga ton yang disalurkan di sejumlah daerah. Operasi pasar tersebut dilaksanakan di 15 kabupaten/kota yang berdasarkan pemantauan harian mengalami tekanan harga. Cabai dijual dengan harga berkisar Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram agar lebih terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, Bank Indonesia Jateng akan terus memantau perkembangan harga di pasar.
Apabila masih terjadi fluktuasi, maka operasi pasar serupa akan kembali dilakukan.
“Kalau nanti masih ada gejolak harga, tentu akan kita lakukan langkah berikutnya,” pungkasnya. (Bud)















