
Semarang, Idola 92,6 FM-Warga menyambut antusias pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kecamatan Semarang Barat, Jumat (6/3).
Program ini dinilai membantu masyarakat memeroleh kebutuhan pokok, dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Salah seorang warga Sampangan, Eni, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan pasar murah tersebut.
Menurutnya, harga sejumlah bahan pangan yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran maupun di supermarket.
“Ya sangat baik, karena harganya di bawah pasaran. Untuk kami ini sangat membantu sekali,” ujar Eni.
Eni menyebut, dirinya membeli beberapa produk pangan seperti beras organik dan sorgum.
Harga sorgum yang dibelinya, hanya sekira Rp15 ribu, lebih murah dibandingkan harga di toko modern.
Selain harga yang lebih terjangkau, Eni juga tertarik membeli sorgum karena pernah mengonsumsinya sejak kecil di kampung halaman.
Menurutnya, pangan alternatif seperti sorgum juga bisa menjadi pengganti beras di tengah harga beras yang relatif mahal.
“Dulu waktu kecil sering makan sorgum dengan kelapa parut. Rasanya enak dan bisa jadi pengganti beras,” imbuh Eni.
Sementara, warga Kali Pancur, Siti Parjono, juga menilai harga bahan pangan dalam kegiatan tersebut lebih murah dibandingkan harga di pasar.
Ia mencontohkan, harga sayuran yang dijual Rp10 ribu bisa mendapatkan tiga ikat, sedangkan di pasar satu ikat biasanya dijual sekitar Rp5 ribu.
“Kalau di sini memang agak lebih murah. Jadi masyarakat semangat datang ke sini karena sembakonya terpaut lumayan dibandingkan di rumah atau di pasar,” ujar Siti.
Siti berharap, kegiatan seperti ini dapat digelar lebih sering karena bermanfaat bagi masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri ketika harga sejumlah bahan pokok biasanya mengalami kenaikan.
Menurut Siti, beberapa komoditas seperti beras, telur, dan gula pasir menjadi barang yang paling terasa selisih harganya dalam kegiatan pasar murah tersebut, sehingga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga warga. (Bud)








