
Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) dari provinsi ini yang berada di kawasan Timur Tengah (TimTeng)
Pantauan secara intensif tersebut dilakukan, menyusul eskalasi konflik di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di wilayah negara Timur Tengah, sudah dilakukan sejak hari pertama kondisi geopolitik di sana memanas. Pernyataan itu disampaikan saat berada di Semarang, kemarin.
“Kita sudah lakukan komunikasi, kita pantau terus pergerakannya,” kata Dzulfikar.
Menurut Dzulfikar, nomor hotline juga sudah disebar di kalangan pekerja migran dan warga Indonesia yang sedang berada di wilayah Timur Tengah.
Nomor tersebut dapat dihubungi sewaktu-waktu, ketika para pekerja migran Indonesia (PMI) membutuhkan.
“Prinsipnya, negara selalu hadir dalam setiap perubahan eskalasi yang ada di Timur Tengah,” jelasnya.
Sementara itu Gubernur Ahmad Luthfi menambahkan, pemprov berkomitmen untuk ikut menjaga dan menjamin keamanan dan keselamatan pekerja migran Indonesia, khususnya yang berasal dari Jateng.
“Kalau perlu kami pulangkan, maka akan kami lakukan,” ujarnya. (Bud)








