Semarang, Idola 92,6 FM-Penjualan eceran di Jawa Tengah menunjukkan tren peningkatan, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.
Hal ini tercermin, dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang pada Januari 2026 tumbuh cukup tinggi.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Andi Reina Sari mengatakan IPR secara tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2026, tumbuh sebesar 16,97 persen. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.
Menurut Andi Reina, Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan penjualan pada sejumlah kelompok barang.
“Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tumbuh 36,14 persen, diikuti Suku Cadang dan Aksesoris sebesar 25,85 persen, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 25,78 persen,” kata Andi Reina.
Andi Reina menjelaskan, secara bulanan (month to month/mtm), IPR juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,21 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,69 persen.
Kenaikan ini terutama ditopang peningkatan penjualan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 28,82 persen, Barang Budaya dan Rekreasi 13,48 persen serta Peralatan Informasi dan Komunikasi 2,74 persen.
“Untuk Februari 2026, kinerja penjualan eceran diprakirakan tetap tumbuh positif. Secara tahunan, IPR diperkirakan meningkat sebesar 10,14 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 31,57 persen, Suku Cadang dan Aksesoris 21,39 persen, serta Subkelompok Sandang sebesar 19,37 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut Andi Reina menjelaskan, secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 diproyeksikan tumbuh 11,25 persen.
Peningkatan ini didorong Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 16,91 persen, Subkelompok Sandang 7,54 persen serta Barang Lainnya sebesar 3,46 persen.
Peningkatan kinerja penjualan eceran tersebut, sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.
“Dari sisi harga, tekanan inflasi di Kota Semarang untuk tiga hingga enam bulan ke depan diprakirakan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 yang tercatat sebesar 156,8, menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 181,58,” pungkasnya. (Bud)















