Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah menyiapkan beberapa skema terkait efisiensi energi, sembari menunggu surat edaran dari pemerintah pusat.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan pemprov masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat, namun beberapa skema telah disiapkan. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantornya, kemarin.
Menurut Luthfi, skema yang disiapkan di antaranya bersepeda hingga menggunakan kendaraan umum ke kantor bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) serta karyawan di lingkungan Pemprov Jateng.
Namun, skema itu masih dalam kajian dan termasuk di dalamnya skema kerja dari rumah atau work from home (WFH).
“Kita sudah buat rancangan, kalau perlu di hari tertentu semua ASN naik sepeda, berikut bupati walikota. Jadi ke kantor naik sepeda atau naik kendaraan umum. Begitu pemerintah pusat sudah umumkan, Jawa Tengah sudah siap. Target penghematan energi masih dihitung,” kata Luthfi.
Luthfi menjelaskan, dijadwalkan, surat edaran dari pemerintah pusat akan terbit pada 31 Maret 2026.
Berbagai skenario telah disusun, agar kebijakan tersebut dapat segera diterapkan secara efektif di daerah.
“Salah satu langkah yang kita siapkan adalah optimalisasi program 2.500 Desa Mandiri Energi yang telah berjalan di Jawa Tengah. Program ini akan dimaksimalkan untuk mendukung kemandirian energi sekaligus menekan konsumsi energi konvensional,” jelasnya.
Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, Pemprov juga mengandalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jateng Agro Berdikari (JATB) yang bergerak dalam pemanfaatan gas alam.
Pemanfaatan energi gas tersebut, saat ini telah diterapkan di sejumlah wilayah dan akan terus dikembangkan.
“Pemprov Jawa Tengah menegaskan bahwa seluruh rencana tersebut akan segera disosialisasikan, dan diimplementasikan begitu kebijakan nasional diumumkan. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Jawa Tengah menyatakan siap menjalankan program efisiensi energi secara menyeluruh,” pungkasnya. (Bud)














