Semarang, Idola 92,6 FM-Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah menyebut, masa libur Lebaran tahun ini cukup panjang.
Periode libur Lebaran yang cukup panjang tersebut, tentu akan memberikan dampak pada persiapan dan langkah antisipasi yang perlu dilakukan.
General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Tanda Chirmianto mengatakan dalam periode libur Lebaran selam dua pekan tersebut, diperkirakan akan terjadi dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik. Hal itu dikatakan saat melakukan pemantauan di Rest Area KM 456AB, Kamis (12/3).
Menurut Fanda, puncak arus mudik pertama diprediksi terjadi pada 14-15 Maret 2026, karena pada 13 Maret 2026 merupakan hari terakhir sekolah bagi para siswa, sehingga setelah itu mulai memasuki masa libur.
Sementara puncak arus mudik kedua, diperkirakan terjadi pada 18-20 Maret 2026 yang bertepatan dengan periode cuti bersama.
Fanda menjelaskan, terkait proyeksi penjualan selama periode Satgas Ramadan dan Idul Fitri yang dimulai pada 9 Maret dan akan berakhir pada 1 April 2026, untuk konsumsi elpiji diperkirakan meningkat sekira sembilan persen.
Apabila pada kondisi normal konsumsi berada di angka 4.854 metrik ton, maka selama periode Satgas diperkirakan meningkat hingga 5.293 metrik ton.
“Pada sektor transportasi darat, konsumsi Pertalite diperkirakan meningkat sekitar 30 persen. Pertamax naik sekitar 29,7 persen, sementara Pertamax Turbo diperkirakan meningkat hingga 55 persen. Secara keseluruhan, konsumsi gasoline diperkirakan naik sekitar 30 persen atau sekitar 16.800 kiloliter,” kata Fanda.
Lebih lanjut Fanda menjelaskan, konsumsi solar diperkirakan akan menurun.
Hal ini disebabkan adanya pembatasan operasional truk dengan tiga sumbu atau lebih, selama periode puncak arus mudik dan arus balik.
“Untuk produk Dexlite dan Pertamina Dex, justru diperkirakan mengalami peningkatan. Hal ini karena mayoritas penggunanya merupakan kendaraan pribadi yang mengalami peningkatan mobilitas selama periode mudik dan arus balik. Secara keseluruhan, konsumsi gasoil diperkirakan turun sekitar 10 persen,” pungkasnya. (Bud)















