
Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah merangkul Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal, untuk berkolaborasi melakukan pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Yakni, Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Ahmad Luthfi, keseriusan dan langkah operasional yang dinilai konkret dalam penanganan sampah di Jateng.
Upaya yang dilakukan sejalan dengan pemerintah pusat, untuk mengurangi praktik open dumping (pembuangan sampah di tanah terbuka) di daerah.
“Melalui kepemimpinan Bapak Gubernur, harapan kami tahun 2026 akan terjadi lonjakan tingkat pengelolaan sampahnya,” kata Hanif.
Menurut Hanif, langkah itu penting untuk menjawab persoalan sampah di kawasan perkotaan dengan timbulan tinggi.
Hanif menjelaskan, pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah fundamental untuk mengakhiri persoalan pengelolaan sampah secara nasional.
Wilayah seperti Semarang Raya, pendekatan berbasis teknologi tinggi dinilai menjadi pilihan yang efektif, karena volume sampah yang besar tidak lagi memadai ditangani dengan pola konvensional.
“Pembangunan fasilitas waste to energy di Jawa Tengah memerlukan waktu sedikitnya tiga tahun. Karena itu, selama masa transisi tersebut, pemerintah daerah tetap harus melakukan berbagai upaya pengurangan dan pengolahan sampah, agar beban di tempat pemrosesan akhir tidak semakin berat,” jelasnya.
Lebih lanjut Hanif menjelaskan, upaya itu dinilai sebagai bentuk tata kelola yang tidak semata menunggu proyek besar berjalan, melainkan juga menyiapkan solusi bertahap yang bisa segera dioperasikan. (Bud)








