Semarang, 92.6 FM-Jebolnya tanggul Kali Babon dan kemudian menggenangi permukiman warga di kawasan Sawah Besar dan Karangroto Genuk, membuat sebagian besar warga terpaksa mengungsi. Sebab, rumah mereka tergenang air dan lumpur dengan ketinggian lebih dari 50 sentimeter.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, intensitas hujan yang turun deras beberapa hari terakhir di Jawa Tengah harus diantisipasi. Karena, potensi bencana tanah longsor dan banjir bisa mengancam setiap wilayah di Jawa Tengah.

Rabu (15/2) malam dirinya juga telah memantau langsung dampak banjir di Kelurahan Karangroto Kecamatan Genuk, dan melihat tanggul Kali Babon jebol rusak parah. Sehingga, perintah yang bisa diberikan, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dengan dibantu BPBD Jateng segera memerbaik tanggul yang jebol. Hal itu dilakukan, agar dampak banjir tidak semakin meluas.

“Perintah saya jelas, segera perbaiki tanggul yang jebol. Hari ini saya sudah terima laporan, ada pembersihan sampah di jembatan Kaligawe, terus peninggian tanggul di Banjir Kanal Timur,” jelas Ganjar kepada Radio Idola, Kamis (16/2).

Khusus untuk logistik bagi para pengungsi, lanjut Ganjar, baik di Kota Semarang atau di wilayah lain yang terendam banjir masih aman. Namun, jika logistik yang ada di BPBD kabupaten/kota menipis, maka bisa meminta provinsi dan akan diambilkan cadangan beras nasional. (Bud)

LiteSpeed Web Server, Pure RAID 10 SSD Drives, DDoS Mitigation, CloudLinux, Free migration, Multiple PHP Versions. Innovative, cutting-edge and pioneering, Honest, caring and humble, Secure, fast and robust.