4 Hal Soal GMT Yang Harus Anda Tahu

1. Melihat GMT Aman

Pertanyaan yang sering terlontar adalah, amankah melihat gerhana matahari total dengan mata telanjang? inilah jawaban dari prof dr thomas jamaludin msc, kelapa LAPAN (Lembaga Antariksa Dan Penerbangan Nasional):

“Kita melihat gerhana matahari total sama dengan ketika kita melihat matahari sehari hari, karena tidak ada radiasi yang berbeda, jadi tidak berbahaya. bolehkah kita melihat matahari sehari hari? boleh, asal harus hati hari dan tidak boleh terlalu lama, karena jika kita terus melotot ke arah matahari, dipaksakan, bisa merusak mata. atau terlalu lama, meski memakai kaca mata pelindung. jadi begitu juga jika kita melihat gerhana matahari, pada dasarnya kita melihat gerhana matahari total itu aman, asal harus hati hati dan tidak boleh terlalu lama. melihat gerhana matahari antara 1 sampai 3 detik aman.”

2. Cara Aman Untuk Selfie GMT

Bagaimana supaya kita bisa foto foto GMT dengan aman?

Prof Dr Thomas Jamaludin Msc, kelapa LAPAN (Lembaga Antariksa Dan Penerbangan Nasional) menjelaskan, jika kita memotret ke arah matahari langsung, maka sinarnya akan di fokuskan ke sensor kamera, jika tidak menggunakan filter, maka cahaya yang kuat akan merusak sensor kamera. jika tidak punya filter matahari, jangan arahkan langsung kamera ke arah matahari kecuali pada kondisi tertentu, misalnya jika ada awan putih maka itu akan jadi filter. jika menggunakan kamera hp dengan lensa kecil, kita bisa jadikan kacamata hitam, bekas rol film , atau bekas disket untuk dipasang di depan kamera hp sebagai filter, jadi bisa aman.

3. Kapan Dan Dimana Bisa Lihat GMT 2016?

GMT 2016 yang terjadi 9 Maret akan menjadi momen istimewa bagi Indonesia, karena Indonesia adalah satu satunya daratan yang dilintasi dan melihat peristiwa alam nan langka. Prof Dr Thomas Jamaludin Msc, kelapa LAPAN (Lembaga Antariksa Dan Penerbangan Nasional) menjelaskan GMT 2016 akan melintasi 12 provinsi yaitu, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Selain wilayah itu, bisa melihat gerhana matahari sebagian lebih dari 60 persen.

  • Untuk wilayah barat, puncak gerhana matahari total terjadi pukul 07.20 WIB, awal gerhana terjadi pukul 06.20 WIB dan gerhana berakhir pukul 08.30 WIB.
  • Untuk wilayah tengah, puncak gerhana matahari total terjadi pukul 08.35 WITA, awal gerhana terjadi pukul 06.50 wita dan gerhana berakhir pukul 09.50 WITA.
  • Untuk wilayah timur, puncak gerhana matahari total terjadi pukul 09.50 WIT, awal gerhana terjadi pukul 08.30 wit dan gerhana berakhir pukul 11.00 WIT.

4. GMT 2016 Tidak Berdampak Buruk Bagi Kehidupan Di Bumi

Kita mungkin bertanya, saat bumi tidak mendapat sinar matahari meski hanya beberapa menit, apakah itu berdampak pada kehidupan di bumi? inilah jawaban dari Prof Dr Thomas Jamaludin Msc, kelapa LAPAN (Lembaga Antariksa Dan Penerbangan Nasional):

“Waktu kegelapan yang beberapa menit, tidak berdampak apapun pada bumi. memang ada peneltian yang mengaitkan kejadian gerhana dengan gempa, tapi itu bukan saat gerhana saja, tapi saat kejadian bulan barupun juga ada. tapi penelitian itu masih belum bersifat konklusif, masih terus diteliti. secara umum, gerhana matahri tidak ada dampak apapun bagi kehidupan di bumi”

(Oleh: Doni Asyhar)

Artikel sebelumnyaJateng Terus Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan
Artikel selanjutnyaKekurangan Tenaga Terampil, Industri Garmen Terancam Gulung Tikar
Penyiar senior Radio Idola Semarang