Ayam Ras Salah Satu Penyumbang Laju Inflasi Di Jateng

Ilustrasi

Semarang, Idola 92.6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah memprediksi laju inflasi di provinsi ini antara 0,35-0,4 persen pada akhir bulan Ramadan 2016.

Prediksi angka inflasi Jawa Tengah antara 0,35-0,4 persen itu lebih rendah jika dibanding dengan prediksi inflasi nasional yang mencapai 0,59 persen.

“Laju inflasi kita masih di bawah nasional. Namun demikian, tetap harus diantisipasi dan dijaga,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Iskandar Simorangkir di Semarang, senin (20/6).

Dia menjelaskan, komoditas yang menjadi pendorong terjadinya inflasi di Jateng adalah daging ayam ras dan telur.

“Kenaikan harga daging ayam ras dan telur itu memang saat ini dalam pemantauan TPID. Nanti kita lakukan upaya dengan rutin menggelar pasar murah selama bulan Ramadan,” pungkasnya.

Sementara itu dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Margo Yuwono menyaatakan bahwa di bulan Mei 2016 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen.

Diungkapkan Margo, bahwa komoditas yang menyumbang terjadinya inflasi pada bulan Mei adalah gula pasir, telur ayam ras, daging ayam ras, minyak goreng, dan emas perhiasan. (Budi Aries/Diaz Abidin/Heri CS)

Artikel sebelumnyaUpah Tidak Kunjung Dibayar, Ratusan Karyawan PT Nyonya Meneer Mengadu Ke Gubernur
Artikel selanjutnyaREI Jateng: Defisit Ketersediaan Rumah Di Provinsi Ini Mencapai 1,4 Juta Unit