Budayawan: Kecerdasan Perlu Diimbangi Nilai Budaya Dan Orientasi

Indra Tranggono. (photo: lintasmaduranews)

Semarang, Idola 92.6 FM – Pemerhati Kebudayaan Indra Tranggono memandang bahwa pola dan sistem perguruan tinggi kini hanya seolah melihat mahasiswa sebagai produk seperti yang dihasilkan pabrik.

Menurutnya ada komodifikasi pendidikan sehingga relasi yang terjalin bukan antara mahasiswa dan dosen tetapi konsumen dan produsen.

Pemerhati budaya itu juga mengritik keberadaan pendidikan karakter yang sudah tidak diberi ruang lagi di perguruan tinggi bahkan sejak di bangku sekolah menengah atas.

“Anak-anak sekolah pulang jam empat sore, pulang sekolah main gadget main playstation. Sejak SMA tidak ada pelajaran budi pekerti, lalu di kampus juga tidak ada,” jelas Indra dalam Panggung Civil Society (PCS) Radio Idola, Rabu pagi (4/5).

Kedepan, dia berharap pemerintah membenahi sistem pendidikan dengan membangun pendidikan yang berperspektif budaya. Sebab, imbuhnya, kecerdasan saja tidak cukup apabila tidak diimbangi dengan nilai-nilai dan orientasi.

“Kecerdasan harus ada nilainya, tidak hanya terampil dan cari uang saja,” pungkas Indra. (Heri CS/Diaz Abidin)

Artikel sebelumnyaJateng Untuk Indonesia: Berdayakan Vokasi, Membangun Negri
Artikel selanjutnyaBudayawan: Individu Mulai Kehilangan Orientasi Nilai Ideal