Hadapi MEA, Undip Perbarui Kurikulum Pendidikan Teknik Elektro

Semarang, Idola 92.6 FM – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) mempersiapkan lulusan perguruan tinggi semaksimal mungkin untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Yang dilakukan ialah dengan membaharui kurikulum pendidikan teknik elektro menyesuaikan zaman. Pengajar didorong untuk menempuh pendidikan hingga mencapai strata doktor dan meningkatkan publikasi di skala internasional.

Hal ini diungkap dalam seminar nasional teknik elektro “peran perguruan tinggi teknik elektro Indonesia di era MEA”, Kamis (20/10) di @Hom Hotel Semarang seperti dalam rilis yang diterima Radio Idola.

Dekan Fakultas Teknik Undip M. Agung Wibowo mengatakan bahwa Undip sebagai perguruan tinggi negeri berperan aktif dalam menyiapkan lulusan teknik elektro yang mampu bersaing di ASEAN dan Internasional.

“FORTEI memiliki peran penting dan strategis dalam menyiapkan, mengelola dan melakukan evaluasi pendidikan tinggi bidang elektro. Apalagi di era MEA ini, dimana para lulusa teknik elektro akan bersaing dengan tenaga kerja dari kawasan ASEAN, oleh karena itu dosen beserta kurikulum pendidikan tinggi teknik elektro harus bisa menjawab tantangan di era MEA ini” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FORTEI Arief Syaichu Rohman mengatakan, bahwa perkembangan ilmu teknik elektro sangatlah cepat sehingga diperlukan strategi untuk mengatasinya.

“Dalam pertemuan FORTEI dibahas mengenai beberapa hal yang kami anggap strategis seperti standar kurikulum, penetapan capaian pembelajaran program studi,” tukasnya.

Hal ini, lanjutnya, digunakan untuk meningkatkan daya saing seluruh lulusan prodi teknik elektro seluruh Indonesia dan mempersiapkan lulusan dengan standar internasional.

Sementara disampaikan Ketua Panitia Abdul Syakur, seminar nasional ini diikuti oleh 2 PTN dan PTS yang ada di seluruh Indonesia, sehingga nantinya diharapkan dapat menghasilkan strategi yang efektif dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi MEA. (Diaz A)

Artikel sebelumnyaBI Sebut Penggunaan E-money Masyarakat Dibawah 10 Pesen
Artikel selanjutnyaProgram Kampung Cabai Inovatif Untuk Redam Inflasi