Hewan Kurban Di Kendal Bebas Penyakit Ziekte

Pedagang hewan kurban yang berjualan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (6/9). (Photo: SP)

Kendal, Idola 92.6 FM – Dinas Pertanian, Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengantisipasi hewan kurban yang dijual di wilayah tersebut agar terhindar dari penyakit Ziekte.

Penyakit Ziekte diketahui adalah suatu penyakit yang diakibatkan karena keracunan tanaman Lantana Camara.

Kepala Dinas Pertaninan, Pertenakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kendal, Sri Purwati, Selasa (6/9) mengakui, hewan kurban seperti sapi yang diperjual-belikan di wilayahnya berasal dari daerah-daerah di Jawa Tengah.

“Kami pastikan hewan kurban terbebas dari penyakit Ziekte, karena sapi dipasok dari dalam provinsi. Tidak ada yang dari Bali,” cetusnya.

Sementara dinas terkait, kata dia, sudah terjun ke lapangan untuk memantau dan memeriksa hewan kurban yang dijual di Kabupaten Kendal.

“Sampai sekarang petugas kami belum menemukan adanya hewan kurban yang terindikasi sakit dan tidak layak konsumsi,” lanjut dia.

Adapun untuk tindakan antisipasi, pemberian obat hewan juga disosialisasikan kepada penjual hewan kurban untuk mengobati hewan yang mendadak sakit.

Sementara itu, harga sapi kurban tahun 2016 tahun ini mengalami kenaikan hingga 20 persen di banding tahun 2015.

“Harga Sapi naik Rp 3-4 juta tiap ekor. Dahulu harga sapi antara Rp14 – 17 juta per ekor. Sekarang ini rata-rata sudah Rp17,5 – 21 juta rupiah,” kata salah seorang pedagang hewan kurban di Kendal, sulaiman.

Dengan harga demikian, aku Sulaiman, pembelinya tidak berkurang dan masih tetap stabil. Bahkan ia sudah mampu menjual sebanyak 250 ekor, dimana dibandingkan tahun 2015 lalu, ia mampu menjual 300 ekor.

“Saya kira masih banyak pembeli, kan lebaran masih satu minggu lagi,” tukasnya. (Sp/Diaz A)

Artikel sebelumnyaPMI Jateng Latih Asesor Bidang Penanggulangan Bencana
Artikel selanjutnyaTopic Of The Day: Krisis Ekonomi-Politik sebagai Krisis Moral, Bagaimana Jalan Keluarnya?