Tangkal Radikalisme, Polisi Jadi Khatib Shalat Jumat

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono Terjunkan Khatib Shalat Jumat Dari Kepolisian, Selasa (20/9).

Semarang, Idola 92.6 FM – Sebagai upaya untuk menangkal paham radikalisme di Jawa Tengah, Polda Jateng melaunching Khatib untuk Salat Jumat, di Gedung Borobudur Mapolda, Selasa (20/9).

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, melalui kegiatan Khatib Salat Jumat itu, pihaknya ingin menangkal paham radikalisme dan terorisme yang akan masuk di provinsi ini.

Menurutnya, dengan kegiatan itu jajarannya bisa terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Langkah ini dimaksudkan untuk mendekatkan Polri kepada masyarakat, sekaligus menangkal paham radikalisme terorisme. Upaya yang sangat mungkin, dengan mendatangkan khatib dari pihak kepolisian di setiap salat jumat,” kata Condro.

Menurut Condro, radikalisme dan terorisme masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi masyarakat di Jawa Tengah. Sehingga, Polda Jateng berinisiatif menyebar anggota Polri untuk turun ke lapisan masyarakat, menjadi khatib salat jumat dianggap langkah yang tepat.

“Personel yang akan diberdayakan menjadi khatib salat Jumat di lingkungan masyarakat, nantinya meluruskan informasi yang dianggap keliru dari masyarakat. Harapannya, masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan Islam radikal dan tidak berpikiran sempit serta tidak mudah terpancing provokasi yang mengatasnamakan agama,” tegas kapolda.

Selain melibatkan personel Polda Jateng, lanjut Condro Kirono, pihaknya juga mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Tengah ikut membantu. Nantinya, akan ada 128 orang personel polisi dan PNS di liingkungan Polda Jateng yang diterjunkan menjadi khatib salat jumat. (Budi A/Diaz A/Heri CS)

Artikel sebelumnyaEkonom: Pertumbuhan Ekonomi Jangan Andalkan Upah Murah
Artikel selanjutnyaSempurnakan Cyber City, Pemkab Kudus Jaring Aspirasi Masyarakat