60 Guru Besar Undip Main Wayang Orang

Semarang, Idola 92.6 FM – Memeringati Dies Natalis Universitas Diponegoro (Undip) ke-60, sebanyak 60 profesor Undip yang main wayang orang bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. M. Nasir, Gubernur Ganjar Pranowo, Sekda Jateng Sri Puryono dan dibantu Perkumpulan Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang berjudul “Semar Mbangun Kahyangan”, di Auditorium Undip, Jumat (3/11) malam.

Menristek Dikti Nasir yang mendapat peran sebagai Bathara Brama mengatakan bermain wayang orang sudah dilakukannya sebanyak dua kali. Bahkan, untuk peran yang dilakoninya itu tanpa persiapan dan latihan dan hanya mendapat teks dari sutradara Danang Respati dari Ngesti Pandowo.

Menurutnya, gelaran wayang orang yang kemudian ditonton generasi milenial sekarang ini bisa menjadi ajang melestarikn kesenian lokal. Sehingga, generasi muda bisa paham dan mau untuk melestarikannya.

“Ada rasa bangga, ya. Bagaimana pun juga, budaya yang berkaitan dengan sejarah tidak boleh dilupakan,” kata Nasir.

Menurutnya, ada pelajaran yang bisa diambil hikmahnya dari pentas “Wayang Spektra 60 Guru Besar Undip” itu, bahwa membangun kahyangan (wilayah atau negara) tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Termasuk dari masyarakat.

Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama menambahkan, tokoh Semar merupakan teladan dan kaca benggala bagi semua civitas akademika Undip. Sehingga, karakter Semar harus bisa hidup di dalam jiwa masing-masing civitas akademika Undip. (Bud)

Artikel sebelumnyaKadishub Jateng: Sebanyak 85 Persen Jalan Di Jateng Sudah Dibeton
Artikel selanjutnyaAngkutan Konvensional Dengan Online Harus Bisa Saling Menghargai