Angkasa Pura Gelar Puskesmas Keliling Untuk Warga Krobokan

Semarang, 92.6 FM-Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, PT. Angkasa Pura I menggelar kegiatan Puskesmas keliling di wilayah Krobokan Kota Semarang, Selasa (9/5) kemarin. Setelah dari Kelurahan Krobokan, kegiatan serupa akan dilaksanakan di Puskesmas Simongan, Selasa (16/5) mendatang. Secara keseluruhan, kegiatan Puskesmas keliling ini, akan diselenggarakan mulai Mei hingga November 2017 mendatang.

PTS Sales Department Head Asiyah Siun mengatakan bahwa, kegiatan sosial berupa kepedulian kepada sesama di lingkungan sekitar bandara ini adalah suatu kewajiban dan tanggung jawab. Sehingga, pihaknya harus bisa terus menciptakan suasana harmonis antara bandara dengan masyarakat sekitar. Sebab, masyarakat sekitar memiliki peran penting di dalam keberlangsungan sebuah perusahaan.

“Puskesmas keliling ini sudah dilaksanakan sejak dua tahun kemarin. Ini adalah pelaksanaan Puskesmas keliling yang pertama di tahun ini,” kata Asiyah dikutip dari rilis yang diterima Radio Idola, Rabu (10/5).

Pihak PT.Angkasa Pura I jelas Asiyah, bekerjasama dengan Puskesmas setempat dalam pemeriksaan gratis dan pemberian obat untuk bayi dan balita, ibu hamil dan lanjut usia.

“Target pemeriksaan setiap harinya adalah untuk seratus bayi dan balita. Kemudian ada seratus orang lanjut usia dan ibu hamil,” jelasnya.

Selain pemeriksaan penyakit dan pengobatan, lanjut Asiyah, PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dan Puskesmas juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita untuk menambah nilai gizi dan vitamin pada balita. Tujuannya, untuk memberikan gizi tambahan pada balita.

Sementara itu, Lurah Krobokan Achmad Suparno menambahkan, bantuan yang diberikan bisa berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis di lingkungan posyandu lainnya secara bergantian. (Bud)

Artikel sebelumnyaKPw BI Bersama Pemprov Kembangkan Keris Jateng Untuk Mudahkan Investor Asing Masuk
Artikel selanjutnyaBenarkah Demokrasi Indonesia Semakin Baik Tanpa Presidential Threshold?