Bagaimana Mencegah Intelektual Kampus Tidak Terlibat Politik Praktis

Semarang, Idola 92.6 FM – Perguruan tinggi menjadi bagian subsistem pendidikan nasional. Keberadaannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berperan sangat penting melalui adanya penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Terkait hal itu, Perguruan tinggi seharusnya memperkuat sumbangan pemikiran bagi kemajuan bangsa lewat kajian-kajian akademiknya. Dalam tantangan kehidupan bangsa ini, perguruan tinggi semestinya menjadi andalan untuk menghasilkan pemikiran yang jernih dan obyektif.

Terkait hal itu, baru-baru ini, Forum Rektor Indonesia menyatakan sikap. Menurut Ketua Forum Rektor Indonesia 2017 Suyatno, para akademisi dan intelektual di kampus harus bisa menjaga diri, tidak terlibat politik praktis dukung mendukung untuk kepentingan jangka pendek. Justru, perguruan tinggi harus tampil sebagai perekat bangsa yang mempersatukan berbagai macam kepentingan demi menjaga NKRI dan memperkuat Bhineka Tunggal Ika.

Lantas, bagaimana mencegah intelektual kampus tidak terlibat dalam politik praktis? Bagaimana pula memperkuat kalangan intelektual untuk memberikan sumbangan pemikiran? Selain itu, apa faktor yang membuat kalangan intelektual tergoda pada politik praktis?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, nanti kita akan berdiskusi bersama beberapa narasumber, yakni: Ketua Forum Rektor Indonesia 2017, Prof Suyatno dan Pemerhati pendidikan dari Universitas Paramadina Jakarta, Moh Abduh Zen. (Heri CS)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaBulog Jateng Akan Bangun Rice Milling Untuk Menjaga Ketersediaan Stok Pascapanen
Artikel selanjutnyaPengadaan Beras Bulog Jateng Bisa Penuhi Kebutuhan 6 Bulan ke Depan