Bandara Ahmad Yani Siap Jadi Bandara Alternatif Jika Gunung Agung Bali Meletus Dan Mengganggu Bandara Sekitar

Semarang, 92.6 FM-Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 10 bandara, untuk mengantisipasi apabila Gunung Agung Bali meletus dan mengganggu aktivitas bandara di sekitarnya. Yakni Bandara Ngurah Rai, Bandara Internasional Lombok dan Bandara Juanda Surabaya yang diprediksi akan terdampak dari letusan Gunung Agung itu.

Kesepuluh bandara alternatif yang disiapkan itu di antaranya adalah bandara di Banyuwangi, Praya, Makassar, Balikpapan dan Kupang. Sementara, dari Kementerian Perhubungan telah menyiapkan dua skenario, yang pertama memindahkan penumpang ke rute Banyuwangi dan Praya. Sedangkan untuk skenario kedua adalah Banyuwangi dan Surabaya, dengan melalui jalur darat.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Maryanto mengatakan meski Semarang tidak masuk dalam bandara alternatif, namun pihaknya tetap melakukan antisipasi. Sebab, tidak menutup kemungkinan Semarang akan menjadi bandara alternatif.

Hanya saja, jelas Maryanto, karena keterbatasan landasan pacu bandara yang hanya 2.650 kilometer saja, maka pesawat berbadan besar tidak bisa mendarat di Semarang.

Maryanto menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder di bandara apabila menjadi tempat alternatif. Karena, hal itu berkaitan dengan infrastruktur yang ada di bandara.

“Agar masing-masing bandara mengantisipasi kemungkinan dampak itu, diperintahkan untuk berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di bandara. Sehingga, apabila nanti akan menghadapi kondisi khusus itu, kita sudah siap. Kemungkinannya kan bandara buka 24 jam, itu apabila bandara terdampak ditutup,” kata Maryanto, Rabu (27/9).

Maryanto menjelaskan, untuk di Bandara Internasional Ahmad Yani jadwal penerbangan ke Bali ada dua maskapai yang melayani. Yaitu Garuda Indonesia dan Wings Air, keduanya memiliki jadwal penerbangan setiap hari. Namun, hingga saat ini belum ada penumpang yang membatalkan penerbangannya ke Bali. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinperindag Jateng Gandeng BPOM Semarang Awasi Peredaran Bahan Berbahaya Yang Dicampur ke Makanan Dan Minuman
Artikel selanjutnyaMembenahi Tata Kelola Dan Kualitas Program Pascasarjana Agar Tak Seperti Buka Lapak